Monday, December 1, 2014

Bahari

Adalah bangga yang kami rasa.
Adalah takjub kepada Sang Esa.
Siapa pula tiada bahagia?
Jika lahir dari  tanahmu yang kabarnya subur mendunia.
Jika meneguk dari airmu yang katanya tiada dua.

Namun entah siapa yang menaruh pinta.
Lantas bangga hanya jadi sejarah belaka.
Terkikis seiring berganti masa, bergulir waktu secepat cahaya.
Memudar, terlupa. Menghilang, nestapa.
Duhai, kemanakah bakti para penghuninya?

Maka, wahai  Ibunda…
Mohon izinkan kami mengudara.
Melintasi cakrawala samudra.
Terbang mengangkasa di lautan raya.
Menyelami sukmamu yang menggugah jiwa.
Menyapamu dengan aksara cinta.

Karena meski kami tiada merindu bangga,
kami rindu hamparan airmu yang jadi permata.


Koleksi pribadi, diambil di pantai Sawarna, Banten pada 2012.

“Kau takkan pernah mampu menghindari ombak. 
Gunakan papan selancarmu, dan menarilah bersamanya.”

Bogor, 17 September 2014

No comments:

Post a Comment