Saturday, June 10, 2017

Bukan Tanpa Rencana

Kita adalah manusia yang dipertemukan oleh kekurangan. Oleh keterbatasan. Oleh ketidakmampuan. Kita tidak saling menaruh hati dan simpati karena sesuatu bernama kemegahan; kemewahan; keserba-kerenan. Kita diskenariokan berbincang mengenai kekurangan-kekurangan kita. Mereka dapat dengan mudah berkomentar tentang siapa diri kita tanpa benar-benar tahu keadaan yang sebenarnya. Mereka dapat dengan mudah beramah-tamah dengan kita, sebab mereka tidak tahu menahu akan rapuh diri yang sedemikian rupa. Dari sekian banyak mereka, kita berjumpa. Tidak oleh kegemerlapan deret penghargaan manusia. Tidak oleh kekaguman sekian mata. Tidak oleh semerbak atribut yang dapat buat kita berbangga. Kita biasa-biasa saja. Tapi kita dibuat saling menyapa, oleh sebab kekosongan-kekosongan yang ada. Kita tidak sedang saling mendamba rupa, apatah lagi harta dan tahta. Kita tidak sedang saling mengejar untuk sesuatu yang dikata orang dapat digadang bangga; meski kita tahu antara kita bisa saja melakukannya. Bisa. Sebab apa yang tidak bisa, jika hari ini dunia begitu mendukung akan pembentukan citra? Tapi kita tidak berangkat dari sana. Kita tidak memberangkatkan cinta dengan alasan yang begitu sederhana diucap kata. Kita sedang bicara tentang kekosongan-kekosongan yang rindu diisi. Kita sedang mencari jawaban atas rupa-rupa tanya yang selama ini muncul di diri.

Dan dari sekian banyak manusia di dunia,

aku tahu.

Bukan tanpa rencana Tuhan mempertemukan kita.


Bersama Kakao, pada 2012 di Sawarna


**PS: Terkhusus untuk kalian yang membaca ini kemudian terfokus pada hubungan cinta-cintaan laki-laki dan perempuan, agaknya boleh lah mengilhami lagi tentang makna hubungan antar manusia beserta semestanya. Boleh lah memahami lagi bahwa cinta sedemikian luas dan universal. :)


No comments:

Post a Comment