Thursday, August 29, 2013

Kalau Langit Nyalakan Api

‘Kalau langit nyalakan api,
Jangan biarkan ia terbakar’

Gelap,
Merah,
Membara,
Pelabuhan malam yang mencekam
Menyelimuti wajah-wajah suram
Menekan paras dua ratus penggeram

Bila kau mampu, nyalakan saja obor itu!
Biar tumpah, bakar semua sepatu
Dasar kepala batu!
                Aku tahu jemari itu jenuh,
Aku tahu kepala itu keruh.

Tapi kalau langitmu mulai menantang,
Badaimu siap datang,
Asa-mu hendak terbang,
Jangan biarkan jiwamu hilang.

Memang,
Kau cuma sang ilalang
Seperti yang kau dan mereka bilang.

Tapi tegakah kau menjadi seorang pecundang,
Di hadapan Rabb-mu Yang Maha Penyayang?

Hidup itu selalu punya ruang.
Tinggal bagaimana kau mau, dan hendak berjuang.


Querist.

Ditulis pada tanggal 6 Agustus 2012, sekitar satu tahun lalu, di asrama MAN Insan Cendekia Serpong. Terinspirasi dari kisah salah seorang teman seperjuangan yang tengah terombang-ambing. Setiap kita pasti mengalaminya; kisah yang mampu menginspirasi orang lain, mungkin, tanpa kita sadari. Maka tak ada salahnya untuk berbagi. :)

No comments:

Post a Comment